SELAMAT DATANG DI KANTOR BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN | BASARNAS KENDARI | EMERGENCY CALL 115 | 0401 3196557


KAPAL CARGO TENGGELAM DI PERAIRAN MENUI


Kendari, 10/7 --- Sebelum dilaporkan tenggelam oleh salah seorang staff dari perusahaan cargo sebagai pemilik KM Pemudi yang bertonase 4295 ton ini, IDMCC Basarnas terlebih dahulu telah menyampaikan adanya signal distress alert yang terdeteksi oleh satelit korpas SARsat ke Kantor SAR Kendari dan berhasil di identifikasi dengan nama kapal KM Pemudi type container ship dan juga telah teregistrasi di International Maritime Organisation (IMO) tercatat dengan No Registrasi 7817880.

KM Pemudi merupakan salah satu kapal cargo milik PT. SPIL Jakarta menempuh rute pelayarannya dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tujuan Nabire dan mengalami lost contack sejak tgl 2 Juli 2013 dan pada akhirnya Indonesia Mission Control Centre (IDMCC) milik Basarnas melalui Kospas SARsat mendeteksi keberadaan kapal tersebut setelah signal dari Emergency Position Indicator Radio Beacon (EPIRB) milik KM Pemudi pada tgl 4 Juli Pkl 13.15 UTC dikoordinat  05?08.9’ S - 123?  32.6’E.{READMORE}

Hingga saat ini pencarian korban yang masih terdapat 19 orang yang keseluruhannya merupakan awak dari kapal naas tersebut masih terus dilakukan baik melalui laut maupun udara oleh Basarnas Kendari bersama pihak pemilik kapal, TNI AL Kendari dan juga TNI AU Wolter Monginsidi Kendari yang sebelumnya pada tgl 6 Juli telah dilaporkan bahwa dua orang awak kapal tersebut telah ditemukan selamat dengan menggunakan Lifecraft di koordinat 03?41’ 01” S 123?44’ 15” E oleh KM Oriental Silver yang juga kapal cargo sejenis milik PT. SPIL yang kebetulan pada saat itu melalui rute yang sama. Informasi yang diperoleh dari keterangan korban yang selamat dijelaskan bahwa ke-19 rekannya tersebut telah menggunakan Lifecraft yang lain sebelum kapal yang mereka awaki tersebut perlahan tenggelam.

Dugaan sementara penyebab tenggelamnya kapal tersebut dikarenakan hantaman ombak dan kencangnya angin yang akhir-akhir ini melanda kepulauan Menui bagian timur yang berbatasan langsung dengan Laut banda.”ungkap Jafar Henaulu kepala Kantor SAR Kendari selaku SAR Mission Coodrinator (SMC) dalam Operasi SAR tersebut.

Hingga pencarian keseluruhan korban di hari ke-7 masih terus dilakukan dengan menggunakan pesawat cassa 212 milik TNI AL C/S U 611, Rescue Boat 210 Kendari milik Basarnas Kendari, KM Hijau Segar dan KM Pratiwi Raya milik PT. SPIL dengan area pencarian dimulai dari pulau Menui menyisir menuju arah utara sampai ke perairan Bungku Sulawesi-Tengah, selatan pulau Taliabu Maluku bagian utara namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan seluruh korban dimana mereka terakhir terlihat telah menggunakan Lifecraft tersebut, dari pantauan terakhir lewat udara Tim SAR gabungan yang sebelumnya menggunakan pesawat milik maskapai Susi Air hanya menemukan beberapa kontainer/peti kemas yang terapung-apung diduga kuat muatan dari KM Pemudi.

Berdasarkan hasil evaluasi Tim gabungan bersama SMC maka diberhentikan atau di perpanjangnya pelaksanaan operasi SAR ini menunggu keputusan Kepala Badan SAR Nasional selaku SAR Commander (SC) dalam operasi SAR terhadap KM Pemudi ini.



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
10 July 20:47 WIB