KENDARI DARURAT BANJIR


Kendari, 17/7 --- hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Prov Sulawesi-tenggara sepekan terakhirnya telah menimbulkan dampak yang sangat besar, 70% wilayah kota Kendari tak luput dari genangan banjir dan akhirnya Gubernur Sulawesi-tenggara Nur Alam, SE. M.Si meningkatkan status penanganan musibah banjir tersebut menjadi siaga satu.

Puncak terjadinya banjir terjadi pada 16 Juli pkl 23.00 Wita dan laporan diterima melalui com centre Kantor SAR Kendari pada Pkl 01.00 Wita, saat itu pula 5 Search and Rescue Unit (SRU) diturunkan langsung ke beberapa titik banjir diantaranya Kec. Tipulu, pemukiman sekitar Kampus baru Unhalu dan Nanga-nanga yang terletak tidak jauh dari kompleks perkantoran Gubernur Sul-tra, pada saat yang bersamaan juga diterima laporan bahwa terjadi seorang warga tertimbun tanah longsor di Tipulu an. Riswandi (14 thn) dan berhasil ditemukan Pkl 08.50 wita dan dievakuasi oleh Tim Rescue Kantor SAR Kendari bersama personil Polsek Kemaraya dan masyrakat setempat.{READMORE}

Disela-sela waktunya Kasubsi Operasi Kantor SAR Kendari Basrano, SE saat ditemui di salah satu posko banjir mengatakan banjir ini merupakan bencana banjir yang terparah sepanjang sejarah kota Kendari yang pernah terjadi, kami menurunkan lima unit perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak serta mendirikan 5 posko mobile dititik banjir berbeda dan terparah diantaranya Kampus baru Unhalu, Andounohu, Kompleks Revalina, Avicena dan Lepo-lepo, Keterbatasan personil merupakan salah satu kendala yang kami hadapi pada saat evakuasi itu berlangsung, “tutup Basrano”.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Data dan Informasi Kantor SAR Kendari terdapat 206 warga berhasil di evakuasi dari beberapa titik banjir yakni kompleks Palm Mas, Nanga-nanga, Lepo-lepo, Pasar baru dan pemukiman sekitar kompleks Kampus baru Unhalu.

Sampai berita ini diturunkan keadaan air sudah mulai berangsur surut yang tadinya ketinggian Air mencapai 5 meter namun keadaan tersebut lantas tidak membuat Tim evakuasi berhenti namun tetap standby diposko utama mana kala air kembali menggenangi pemukiman maka seluruh Tim akan kembali diterjunkan ke lokasi.



Kategori Kecelakaan Penerbangan .
Pengunggah : author